Ia mencontohkan berbagai konflik berkepanjangan di sejumlah kawasan dunia sebagai bukti pentingnya persatuan di tingkat elite.
Prabowo juga mengingatkan bahwa dalam sistem demokrasi akan selalu ada pihak yang merasa puas maupun tidak puas terhadap hasil pemilihan.
Meski demikian, perbedaan tersebut tidak boleh berkembang menjadi kegaduhan yang menghambat pembangunan nasional.
“Kita mungkin tidak puas, tapi alternatifnya apa? Apa kita mau gaduh? Habis tiap pemilihan gaduh, yang kalah ribut. Kapan kita mau menuju kesejahteraan untuk rakyat kita?” ujarnya.
Menutup sambutannya, Presiden mengajak seluruh masyarakat, termasuk kalangan akademisi dan perguruan tinggi, untuk kembali merenungkan makna kehidupan bernegara dengan mengedepankan persatuan, kerja sama, dan semangat kebangsaan demi mewujudkan Indonesia yang mandiri, maju, dan sejahtera.
Herman Yakub.
















