“Kita mau beri makan kepada anak-anak yang jelas-jelas minimal seperempat anak-anak kita stunting, sebagian besar juga banyak yang tidak makan. Kita dituduh pemborosan, kita dibilang ekonomi mau kolaps, harga saham akan ambruk, mata uang akan melemah. Alasannya karena boros,” ucapnya.
Menurut Prabowo, perhatian seharusnya juga diberikan pada persoalan mendasar seperti keterjangkauan harga pangan, ketersediaan pupuk bagi petani, hingga pemenuhan gizi anak-anak di sekolah.
Persoalan-persoalan tersebut jarang mendapat sorotan meski sangat penting untuk rakyat. “Kita bertanya sekarang apakah harga pangan terkendali, apakah pupuk tersedia untuk rakyat, untuk petani dan harganya terjangkau, apakah anak-anak sekolah memperoleh makanan bergizi di sekolah,” tutupnya.
Herman Yakub.
















