“Saya kembali berkunjung ke sini karena dalam situasi ketika dunia terguncang oleh kekerasan di banyak kawasan. Kemitraan Jerman dan Indonesia menjadi sangat berarti,” ujar Steinmeier.
Presiden Steinmeier mengungkap berbagai konflik yang masih berlangsung, mulai dari perang di Eropa, konflik di Timur Tengah, hingga krisis kemanusiaan di sejumlah negara lainnya. Dalam situasi tersebut, kedua negara dinilai memiliki kesamaan pandangan dalam menjunjung hukum internasional dan prinsip-prinsip yang terkandung dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin juga membahas perkembangan situasi keamanan global, termasuk dinamika kawasan Indo-Pasifik yang kini menjadi perhatian dunia. Presiden Steinmeier menegaskan bahwa Jerman memandang ASEAN sebagai pilar penting dalam membangun arsitektur keamanan kawasan.
Ia juga menyebut Indonesia sebagai salah satu faktor stabilitas utama dan terpenting di kawasan Asia Tenggara. Peran Indonesia semakin diakui dalam menjaga perdamaian dan kerja sama regional.
“Indonesia merupakan faktor stabilitas penting di dalam kawasan ASEAN. Dan kami melihat Indonesia tidak hanya yakin akan peran itu, tetapi juga terus mengembangkan peran penting tersebut,” ujar Steinmeier.
Herman Yakub.
















