“Penghargaan dari PBB ini membuktikan digitalisasi pendidikan kita diakui dunia. Kita melompat, kita melompat,” jelas dia.
Kendati demikian, Prabowo mengingatkan seluruh jajarannya agar tidak cepat berpuas diri. Menurutnya, perjalanan untuk meningkatkan kualitas dan pemerataan pendidikan nasional masih panjang.
Oleh karena itu, pemerintah, lanjutnya, akan terus berkomitmen mempercepat digitalisasi pendidikan agar masyarakat di wilayah tertinggal dan terluar dapat mengakses pendidikan dengan kualitas terbaik.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengatakan pemerintah akan mendistribusikan 700.000 panel interaktif digital hingga akhir 2026 atau semester I 2027. Penambahan tersebut akan memungkinkan setiap sekolah memiliki tambahan tiga layar interaktif.
“Apa artinya ini? Artinya bahwa anak-anak kita dan guru-guru kita di seluruh Indonesia punya akses untuk materi pembelajaran terbaik,” pungkas dia.
Herman Yakub.
















