Pernyataan tersebut menegaskan posisi Indonesia yang konsisten membela hak rakyat Palestina untuk merdeka dan menentukan masa depannya sendiri. Sikap itu tetap dijalankan meski Indonesia terbuka untuk menjalin hubungan baik dengan berbagai negara dan kekuatan global.
*Pentingnya Persatuan Bangsa*
Pada kesempatan ini, Presiden Prabowo juga menjelaskan bahwa sistem pertahanan Indonesia bertumpu pada konsep pertahanan rakyat semesta. Dalam konsep tersebut, kekuatan pertahanan negara tidak hanya ditentukan oleh alat utama sistem persenjataan, tetapi juga oleh persatuan dan kecintaan rakyat kepada bangsa serta negaranya.
“Sekarang sudah membangun kekuatan pertahanan. Tapi kekuatan pertahanan kita adalah pertahanan rakyat semesta. Pertahanan kita adalah dalam cintanya rakyat Indonesia,” ungkapnya.
Menurut Prabowo, penguatan pertahanan tidak ditujukan untuk mengancam atau mengganggu negara lain. Indonesia tetap mengutamakan perdamaian, tetapi memiliki tekad kuat untuk mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatannya dari setiap bentuk gangguan.
“Kita tidak mau ganggu negara lain. Tapi Indonesia akan mempertahankan kemerdekaannya,” tegas Presiden.
Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan partai-partai koalisi terhadap arah kebijakan pemerintah, termasuk dalam menjalankan politik luar negeri bebas aktif dan memperjuangkan kemerdekaan Palestina.
“Hari ini saya merasa dapat dukungan. Saya yakin semua partai koalisi senapas, sejiwa, dan berada bersama saya,” ujarnya.
Herman Yakub.
















