Prabowo juga meluruskan bahwa dirinya tidak menolak mekanisme pasar bebas. Namun ia menegaskan, negara tetap harus hadir melindungi rakyat kecil agar tidak kalah bersaing dengan kelompok bermodal besar.
“Pemerintah harus bersikap, pemerintah harus intervensi, pemerintah harus membela rakyat yang paling miskin. Kalau bahasa asingnya itu affirmative action,” pungkasnya.
Pernyataan-pernyataan itu disampaikan Prabowo di hadapan hadirin dalam peresmian Museum Pahlawan Nasional Marsinah, yang berdiri di atas lahan seluas 938,6 meter persegi di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk. Museum ini terdiri dari dua bangunan utama, yakni gedung museum dan rumah singgah di bagian belakang.
Di dalamnya terpajang sejumlah koleksi pribadi Marsinah, mulai dari sepeda onthel yang digunakannya semasa sekolah, seragam kerja pabrik, tas, dompet, ijazah, hingga piagam penghargaan dari berbagai organisasi buruh.
Koleksi-koleksi itu menceritakan perjalanan hidupnya dari masa kecil di Nganjuk hingga perjuangannya sebagai buruh pabrik di Sidoarjo.
Herman Yakub.
















