“Berani tanpa kebajikan akan muncul sebagai pemimpin, tapi mungkin pemimpin yang tidak hati-hati, pemimpin yang tidak arif, pemimpin yang ujungnya membahayakan yang dipimpin,” tambahnya.
Prabowo pun bercerita soal dirinya yang sempat memimpin pasukan khusus TNI Angkatan Darat (AD). Ia mengaku dengan pengalamannya sebagai pemimpin, ia memiliki kemampuan untuk menilai seseorang hanya dengan interaksi sekilas.
“Dari muda kita sudah berhadapan dengan 30 orang, pertama kali itu. Bahkan di Akademi kita sudah berurusan dengan orang, jadi kita sudah bisa lihat. Kita bisa menangkap apakah itu dikatakan getaran, apa dikatakan insting, mungkin bahasa Inggrisnya vibes atau chemistry. Dan kita bisa menilai dari dua-tiga kalimat, dari pembicaraan, dari tanggapan,” tuturnya.
Karena itu, Prabowo mengingatkan pentingnya mempersiapkan generasi mendatang agar memiliki ketangguhan menghadapi persaingan antarbangsa yang semakin keras. Ia tak ingin generasi penerus Indonesia mudah menyerah atau mengeluh.
“Apakah generasi-generasi penerus kita sekarang ini nanti kuat menghadapi persaingan antarbangsa yang semakin keras? Atau mudah menyerah, mudah mengeluh, mudah minta bantuan?” ucap dia.
Herman Yakub.














