“Ekonomi kita yang tumbuh baik menyebabkan permintaan listrik melonjak cukup tinggi. Ini sebetulnya merupakan sinyal yang baik, tetapi harus diikuti dengan keandalan dan pemeliharaan yang lebih baik,” ujar Suroso.
Suroso mengakui masih terdapat sejumlah aspek yang perlu diperbaiki termasuk pada sistem kelistrikan di Batam. Gangguan pada salah satu transformator sebelumnya menyebabkan pemadaman dan berdampak pada pelayanan kepada masyarakat.
PLN juga akan mengevaluasi pemeliharaan infrastruktur kelistrikan untuk memastikan kesiapan sistem dalam menghadapi peningkatan kebutuhan listrik.
“Kami menyadari banyak yang harus ditingkatkan, termasuk di Batam. Karena itu, kami perlu meninjau kembali seluruh pemeliharaan yang ada untuk mendukung pertumbuhan permintaan listrik yang luar biasa,” ujarnya.
Terkait penyebab gangguan listrik di Batam, Suroso menyampaikan bahwa PLN masih melakukan penelusuran secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa evaluasi diperlukan untuk mengidentifikasi berbagai aspek yang perlu diperbaiki.
Suroso juga menyampaikan bahwa layanan listrik di Batam telah pulih 100 persen pada saat pernyataan disampaikan, sedangkan pemulihan di Bintan masih berlangsung untuk sebagian wilayah.
Adapun mengenai kemungkinan kompensasi bagi pelanggan terdampak, ia mengatakan PLN akan melakukan peninjauan sesuai dengan ketentuan yang berlaku setelah penanganan pemulihan menjadi prioritas utama.
“Pada saat ini, prioritas pertama kami adalah memulihkan kembali pelayanan kepada masyarakat. Setelah itu, mekanisme kompensasi akan kami tinjau sesuai peraturan yang berlaku,” pungkasnya.
Herman Yakub.
















