Sekilasindonews.com Jakarta — Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi prioritas utama pemerintah saat ini. Oleh karena itu, ia meminta jajarannya untuk tidak ragu menyampaikan segala keperluan dan kebutuhan demi mempercepat upaya pemadaman.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam rapat terbatas yang membahas penanganan karhutla secara hibrida dari Istana Merdeka, Senin (12/10).
“Kalau ada kebutuhan, kalau ada keperluan, apa yang kamu butuh, sampaikan. Ini prioritas sangat utama bagi kita. Kita harus segera atasi ini,” jelas Prabowo.
Dalam rapat tersebut, ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah bekerja menangani karhutla, termasuk para panglima, kepala kepolisian daerah (kapolda), dan pemerintah daerah. Kerja sama lintas sektor diperlukan agar penanganan karhutla dapat berjalan optimal sekaligus memperkuat perlindungan hutan Indonesia secara berkelanjutan.
Namun, menurutnya, penanganan karhutla tidak boleh hanya dilakukan setelah kebakaran terjadi. Prabowo menilai upaya penanganan harus dimulai sejak tahap pencegahan.
Sebagai salah satu upaya pencegahan, Prabowo meminta jumlah personel polisi hutan ditingkatkan hingga mencapai 70.000 orang untuk melindungi kawasan hutan dari berbagai risiko lingkungan, termasuk kebakaran. Menurutnya, jumlah polisi hutan saat ini masih belum memadai untuk melindungi kawasan hutan.
“Kalau memang saya minta 70.000 polisi hutan, itu karena ada maksud untuk menjaga hutan-hutan kita,” imbuh Prabowo.
Menurut Prabowo, penguatan personel tersebut perlu didukung dengan pelatihan agar upaya perlindungan hutan dapat berjalan lebih efektif. Ia pun meminta Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) membantu proses pendidikan polisi hutan.














