Ia mengatakan, selama mendapat undangan dan memiliki kesempatan untuk hadir, dirinya berupaya memenuhi undangan tersebut, terlebih jika datang dari negara yang memiliki peran strategis dalam percaturan internasional.
Prabowo juga menjelaskan alasan pentingnya Indonesia menjaga komunikasi dengan Rusia. Menurut dia, Rusia memiliki posisi strategis dalam hubungan internasional, antara lain sebagai anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), memiliki wilayah yang luas, serta kekayaan sumber daya alam yang besar.
“Apalagi diundang oleh negara kunci di dunia. Bagaimanapun, Rusia itu anggota Dewan Keamanan. Rusia dari segi wilayah, itu negara yang terbesar di dunia. Dan dia punya sumber alam yang sangat besar. Dan secara tradisi hubungan kita baik sama Rusia. Jadi, saya kira itu biasa saja,” tutur Prabowo.
Ia menambahkan, prinsip yang sama juga berlaku ketika Indonesia mendapat undangan dari Amerika Serikat maupun negara-negara lainnya.
Bagi Prabowo, memenuhi undangan negara sahabat merupakan bagian dari diplomasi yang menjaga komunikasi dan hubungan baik.
“Tapi kalau saya diundang, kalau ke Amerika saya diundang, saya datang. Kan begitu kan? Jadi, intinya itu,” ucapnya.
Rangkaian kunjungan tersebut menggambarkan pendekatan diplomasi Indonesia yang berupaya menjaga hubungan terbuka dengan berbagai kekuatan dunia.
Bagi Indonesia, politik luar negeri bebas aktif memberikan ruang untuk tetap mandiri dalam menentukan sikap sekaligus aktif membangun hubungan, komunikasi, dan kerja sama dengan sebanyak mungkin negara.
Herman Yakub.














