Prabowo juga mengaku terharu mendapat “hadiah” berupa rekomendasi hasil Ijtima Ulama yang dibacakan pada Harlah PKB. Ia menyebut isi rekomendasi tersebut sejalan dengan hati nuraninya, terutama dukungan terhadap penguatan kedaulatan bangsa, kemandirian ekonomi, percepatan industrialisasi, ketahanan pangan dan energi, serta pembangunan nasional yang berpedoman pada Pasal 33 UUD 1945.
“Hari ini saya dapat hadiah lagi, luar biasa itu. Langsung dibacakan tadi, Kesepakatan Ijtima Ulama Indonesia. Luar biasa ini,” kata Prabowo.
Hasil Ijtima Ulama itu, yakni menguatkan negara untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, maju, dan sejahtera.
Ijtima Ulama mendukung langkah-langkah strategis Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat kedaulatan bangsa, membangun kemandirian ekonomi, mempercepat industrialisasi, mewujudkan ketahanan pangan dan energi, meningkatkan kualitas SDM, serta mengembalikan arah pembangunan nasional sesuai amanah Pasal 33 UUD demi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Prabowo mengatakan rekomendasi tersebut bukan sekadar bentuk dukungan, tetapi juga menjadi amanat yang siap dijalankannya. “Tapi perintahnya adalah sesuai dengan hati nurani saya, saudara-saudara sekalian,” ujar Prabowo.
Prabowo kemudian kembali menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan PKB. Ia menilai perjuangan pemerintah dalam mengembalikan pengelolaan kekayaan bangsa untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat kini semakin dipahami oleh berbagai elemen politik.
“Saya percaya partai-partai sudah mengerti itu. Saya yakin semua partai dalam koalisi kita sudah berada di arah ini. Kita tidak mau lagi membiarkan kekayaan kita diambil terus,” kata Prabowo.
Herman Yakub.
















