Ia berharap penurunan emisi karbon tersebut dapat semakin besar setelah pemerintah merealisasikan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas total 100 gigawatt (GW), yang ditargetkan rampung dalam dua tahun mendatang.
“B50 bisa mengurangi 44 juta ton ekuivalen karbon dioksida. Bagaimana nanti kalau kita juga sudah diketahui oleh dunia, kita akan bangun 100 gigawatt tenaga surya?” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Prabowo juga menceritakan kekagumannya ketika mengetahui bahwa komunitas global turut membicarakan ketahanan Indonesia di tengah ketidakpastian global.
Ia mengatakan, banyak tokoh dunia yang mempertanyakan mengapa Indonesia tidak panik dan tidak segera menyesuaikan harga BBM setelah harga minyak dunia melonjak akibat konflik di Timur Tengah.
Namun, Prabowo menganggap perhatian tersebut sebagai hal yang positif karena telah membuka mata dunia terhadap ketahanan Indonesia dalam menghadapi tekanan eksternal.
“Karena itu hari ini saya sengaja saya hadir, ini adalah hari penuh kebanggaan, akan dikenang, dan sekarang pun sudah membuat dunia buka mata,” jelas dia.
Herman Yakub.
















