“Kita memiliki segala sesuatu yang menjadi landasan bagi abad hijau. Itulah sebabnya, ketika bencana melanda, kita harus melihatnya sebagai sesuatu yang lebih dari sekadar bencana. Kita harus melihat keterkaitan erat antara ketahanan terhadap perubahan iklim dan pembangunan nasional,” ucap Kepala Negara.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia dan negara-negara anggota BRICS serta banyak negara di Global South menghadapi berbagai persoalan yang serupa dan saling berkaitan. Karena itu, Presiden Prabowo mendorong negara-negara BRICS untuk menghadapi tantangan secara bersama-sama dengan menyatukan sumber daya, kapasitas produktif, kemampuan teknologi, dan pasar yang dimiliki.
“Ketika kita menghadapi tantangan-tantangan ini secara bersama-sama, kita juga menyatukan sumber daya, kapasitas produktif, kemampuan teknologi, dan pasar dalam jumlah yang sangat besar. Satukan semuanya, dan BRICS dapat memberikan perbedaan yang nyata dan penting bagi dunia. Oleh karena itu, langkah pertama adalah mengakui nilai dari apa yang kita miliki dan menggunakan kekuatan ini untuk saling membantu,” pungkas Presiden Prabowo.
New Delhi, 13 September 2026
Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden
Website: https://www.presidenri.go.id
YouTube: Sekretariat Presiden
Herman Yakub.
















