Dukungan Infrastruktur Listrik di Daerah Terpencil
Selain membangun pembangkit energi bersih, pemerintah juga meresmikan proyek jaringan transmisi listrik sepanjang 739,71 kilometer sirkuit (kms) dan gardu induk berkapasitas 1.740 Megavolt Ampere (MVA).
Proyek ini mendukung pasokan listrik dari pembangkit baru agar lebih optimal, termasuk di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, yang menerima infrastruktur transmisi untuk menyalurkan energi dari Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Luwuk 40 MW.
Infrastruktur ini menggantikan PLTD sewa dengan potensi penghematan 500 ribu liter BBM setiap tahunnya.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menjelaskan bahwa 89% dari total kapasitas 3.222,75 MW dalam proyek ini berasal dari energi bersih, mencakup gas dan energi terbarukan.
Ia menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan upaya nyata pemerintah dalam merealisasikan transisi energi dari fosil ke energi baru terbarukan.
“Ke depan, kita akan menambah 71 ribu MW dengan jaringan transmisi sepanjang 48 ribu kilometer. Langkah ini adalah strategi besar untuk memastikan pengembangan ketenagalistrikan yang berkelanjutan,” ujar Bahlil.
Pemerataan Listrik Sebagai Hak Dasar
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan komitmen PLN untuk mendukung pemerataan listrik hingga ke wilayah terpencil sebagai kebutuhan dasar masyarakat.
“Listrik saat ini merupakan kebutuhan primer. Bersama pemerintah, kami akan terus mempercepat pemerataan listrik di wilayah 3T, sesuai dengan nilai sila kelima Pancasila, guna meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat Indonesia,” jelas Darmawan.
Proyek-proyek ini diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan energi di daerah terpencil tetapi juga menjadi langkah penting dalam mendukung transformasi ekonomi, pengentasan kemiskinan, dan pembangunan menuju Indonesia yang lebih modern dan maju.



















