Scroll untuk baca artikel
Pasang Iklan
Berita

Program MBG Gairahkan Produksi Keripik di Kampung Tempe Ngawi, Kebutuhan Tempe Bisa Capai 90 Kg

×

Program MBG Gairahkan Produksi Keripik di Kampung Tempe Ngawi, Kebutuhan Tempe Bisa Capai 90 Kg

Sebarkan artikel ini

Ke depan, jika produksi meningkat hingga 2.000–3.000 porsi, kebutuhan bahan baku dan produksi diperkirakan juga akan meningkat secara signifikan. Untuk memenuhi tambahan produksi tersebut, ia mengatakan bahwa kebutuhan bahan baku tempe dapat meningkat hingga sekitar 90 kg.

Namun menurutnya, seluruh permintaan tersebut tidak hanya akan dipenuhi oleh usahanya saja. Ia menjelaskan bahwa kebutuhan produksi juga akan dibagikan kepada UMKM lain di desa tersebut agar manfaat program dapat dirasakan bersama.

“Dulu kita butuh tempe kurang lebih 10 sampai 15 lonjor, kurang lebihnya hampir 20-30 kg satu hari. Untuk kenaikannya hampir tambah. Per-seribu (porsi) kebutuhan tempe mencapai 26-30 kg, jadi dikalikan tiga,” jelasnya.

Ia berharap program MBG dapat terus berlanjut karena dinilai memberikan dampak nyata bagi keberlangsungan usaha kecil di tingkat desa.

Agus juga menyampaikan apresiasinya kepada Presiden Prabowo atas program tersebut karena dinilai mampu mengangkat perekonomian masyarakat di akar rumput.

“Harapan kami MBG bisa terus berjalan karena sangat membantu UMKM. Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto karena UMKM desa ikut terangkat dan masyarakat juga merasakan manfaatnya,” pungkas Agus.

Herman Yakub.

Pasang Iklan
Akses Terus Biar Update
Iduladha PWI Bangka Selatan Iduladha Pemkab Basel Iduladha DPRD Basel