“Program Rulahu diharapkan menjadi salah satu program unggulan yang diperjuangkan setiap tahun,” ujarnya.
Lili menambahkan, kolaborasi lintas divisi dan sinergi dengan Dishubperkim menjadi alasan mengapa implementasi program berjalan cepat. Namun, peningkatan penghimpunan zakat tetap menjadi faktor penentu dalam memperbesar peluang bantuan pusat.
“Pertumbuhan penghimpunan berarti pertumbuhan kepercayaan. Dan itu akan berbanding lurus dengan peningkatan kuota bantuan dari pusat,” katanya.
Wakil Ketua II Bidang Distribusi dan Pendayagunaan, Wasis Utama Edi, S.Pd., menyebutkan bahwa dana bantuan telah ditransfer Baznas pusat pada awal November 2025. Setelah dana diterima, tim langsung turun ke lokasi untuk melakukan fit mapping dan memberikan arahan teknis.
“Semua rumah lama sudah dibongkar. Bahan material telah terkirim ke masing-masing lokasi. Proses pembangunan segera dimulai, dari pondasi, dinding, atap, hingga finishing,” jelas Wasis saat meninjau lapangan.
Sementara itu, Kabid Perumahan/Kawasan Permukiman Dishubperkim Bangka Barat, Surya Mardiansyah, menyambut baik keterlibatan Baznas dalam membantu masyarakat memperoleh rumah layak huni.
Ia menegaskan bahwa pendampingan teknis sangat penting agar pembangunan berjalan sesuai standar kelayakan dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami siap mendampingi pengawasan pelaksanaan dan evaluasi. Pendampingan teknis ini penting agar hasil pembangunan aman dan sesuai standar,” ujar Surya.
Di tengah pemangkasan anggaran pemerintah pusat, Baznas Bangka Barat menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor harus diperkuat agar bantuan sosial tetap tersalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Dengan dimulainya pembangunan empat unit Rulahu ini, Bangka Barat berharap dapat memperbaiki kondisi hunian warga kurang mampu sekaligus membuktikan bahwa daerah mampu mengelola program nasional berskala strategis secara transparan, cepat, dan tepat sasaran.





















