“Perusahaan berharap UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu naik kelas dan mandiri.
Dengan peningkatan kompetensi, UMKM diharapkan dapat mengakses pasar yang lebih luas, meningkatkan nilai tambah produk, serta berkontribusi nyata dalam menggerakkan ekonomi lokal,” ujarnya.
Salah satu peserta, Serli Heryani Brand, pemilik usaha Mama Naya Bolen, mengaku pelatihan tersebut memberikan manfaat langsung bagi usahanya.
“Bersyukur sekali bisa ikut pelatihan ini dan difasilitasi PT TIMAH secara gratis. Kami dapat banyak ilmu, terutama soal pengelolaan keuangan, seperti mulai memisahkan keuangan usaha dan pribadi secara sederhana,” katanya.
Sementara itu, narasumber pelatihan, Dr. Nizwan Zukhri, S.E., M.M., menilai manajemen keuangan masih menjadi kendala utama UMKM.
“Masalah UMKM bukan hanya modal, tetapi pengelolaan keuangan. Uang usaha masih dicampur dengan uang pribadi sehingga sulit mengetahui laba atau rugi,” ujarnya.
Redaksi.
















