Tim Wasev mengecek langsung badan jalan yang tengah dibuka, memastikan ketebalan timbunan, struktur dasar, hingga alur drainase berjalan sesuai standar teknis.
Jalan baru yang menghubungkan permukiman warga dengan area persawahan itu diproyeksikan menjadi akses vital bagi petani Pulau Lepar.
Selama ini, distribusi hasil panen kerap terkendala kondisi jalan tanah yang licin dan tergenang saat hujan.
“Kalau jalan ini selesai tepat waktu, dampaknya langsung terasa pada ekonomi warga. Karena itu percepatan harus dilakukan secara terukur,” ujar Muchidin.
Selain pembangunan jalan, program TMMD di Desa Penutuk juga mencakup rehabilitasi rumah tidak layak huni, pembangunan sumur bor, perbaikan fasilitas ibadah, serta kegiatan nonfisik seperti penyuluhan kesehatan dan bahaya narkoba. (*)
















