Selain mengurangi timbunan sampah, proyek ini juga dinilai mampu menyediakan energi bersih, menekan emisi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kualitas lingkungan.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut PSEL Legok Nangka menjadi solusi jangka panjang bagi persoalan sampah di Bandung Raya sekaligus memperkuat pasokan energi untuk mendukung pertumbuhan industri.
“Ini akan menjadi salah satu alat picu untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang modern, mendidik masyarakat hidup bersih, meningkatkan kualitas udara, serta memperbaiki kualitas lingkungan,” ujar Dedi.
Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Suroso Isnandar, menegaskan PLN siap menjalankan arahan pemerintah dengan menyerap seluruh listrik yang dihasilkan PSEL Legok Nangka.
“PLN siap mengeksekusi PJBL sesuai arahan pemerintah.
Kami akan menyerap produksi listrik dari pengolahan sampah ini dan menyalurkannya kepada masyarakat. Kepastian pembelian listrik selama 20 tahun menjadi bentuk dukungan agar proyek ini berjalan berkelanjutan,” kata Suroso.
Redaksi.
















