“Keandalan pasokan listrik ini menjadi kunci dalam menarik investasi baru ke Pohuwatu dan menjadikan daerah ini sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Gorontalo bagian barat,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa keberhasilan percepatan proyek ini merupakan wujud nyata dukungan PLN terhadap program hilirisasi dan industrialisasi nasional, sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
“Rampungnya sambungan ke PT GSM menunjukkan komitmen PLN untuk mendukung hilirisasi tambang dan memperkuat sektor industri nasional,” tegas Darmawan.
Ia menambahkan, PLN akan terus mengoptimalkan keandalan sistem dan mempercepat penyediaan energi bersih untuk kawasan industri strategis di seluruh Indonesia.
Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, menjelaskan, dalam proyek ini PLN membangun Gardu Induk 150 kV Marisa (extension) serta Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Marisa sepanjang 26,6 kilometer.
Sebagai tindak lanjut, PLN juga menyiapkan saluran kedua (line bay) guna meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di kawasan industri tersebut.
“Kami memastikan sistem listrik di wilayah Gorontalo siap mendukung operasional industri besar dengan keandalan tinggi,” kata Adi.
Terakhir, General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun juga menegaskan, PLN akan terus menjaga keandalan pasokan demi kepuasan pelanggan dan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami berkomitmen menyediakan pasokan listrik yang stabil dan handal, demi mendukung sektor industri dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. (*)
















