Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum siap secara finansial ketika memasuki usia pensiun karena minimnya kesadaran dalam mengelola keuangan sejak muda.
“Investasi bukan hanya soal mencari keuntungan besar, tetapi bagaimana konsisten dan disiplin dalam mengelola keuangan,” ujarnya.
Fajar menjelaskan, emas menjadi salah satu instrumen investasi yang banyak diminati karena bersifat likuid atau mudah dicairkan menjadi dana tunai kapan saja.
Selain itu, emas juga dinilai memiliki risiko relatif rendah dibanding instrumen lain karena minim risiko gagal bayar maupun kebangkrutan.
“Emas cocok untuk kebutuhan jangka panjang seperti pendidikan, dana pensiun hingga persiapan ibadah haji,” jelasnya.
Dalam sosialisasi tersebut, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengenali profil risiko investasi, mulai dari agresif, moderat hingga konservatif.
Hal itu dinilai penting agar masyarakat tidak mudah tergiur dengan tawaran investasi berimbal hasil tinggi yang tidak masuk akal.
Selain membahas investasi emas, kegiatan itu juga mengedukasi peserta mengenai pengelolaan arus kas atau cash flow dengan membagi pendapatan secara proporsional untuk kebutuhan zakat, kewajiban rutin, investasi hingga kebutuhan pribadi.
Fajar menyebut emas juga dikenal sebagai aset safe haven yang mampu mempertahankan nilai dalam jangka panjang dan dapat diwariskan lintas generasi.
Melalui kegiatan ini, PT Timah berharap karyawan semakin memahami pentingnya investasi sejak dini serta mampu membangun pola pengelolaan keuangan yang sehat demi mendukung perencanaan masa depan yang lebih matang dan berkelanjutan. (*)










