Scroll untuk baca artikel
Pasang Iklan
Berita PT Timah

PT Timah Latih Warga Pesisir Bangka Olah Hasil Laut Jadi Produk Bernilai Jual

×

PT Timah Latih Warga Pesisir Bangka Olah Hasil Laut Jadi Produk Bernilai Jual

Sebarkan artikel ini
PT Timah Latih Warga Pesisir Bangka Olah Hasil Laut Jadi Produk Bernilai Jual

Ia berharap program serupa dapat terus berlanjut dengan materi yang lebih luas, termasuk pengemasan dan pemasaran produk agar mampu menembus pasar yang lebih besar.

“Melalui program pemberdayaan seperti ini, kami berharap masyarakat pesisir tidak hanya mengandalkan hasil tangkapan laut semata, tetapi juga mampu menciptakan produk olahan bernilai ekonomi tinggi yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tambahnya.

Senada dengan itu, Lurah Sungailiat Khoiri menilai pelatihan tersebut sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat pesisir yang selama ini menggantungkan perekonomian pada sektor kelautan dan perikanan.

“Keterampilan mengolah hasil laut menjadi produk bernilai tambah dapat membuka peluang usaha baru dan memperkuat ekonomi keluarga nelayan. Ke depan, kami berharap pelatihan serupa dapat diperluas dengan materi pengemasan dan pemasaran agar produk lokal memiliki daya saing yang lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, pengelola Getas Afifah, Dina Maria, mengaku senang dapat berbagi pengalaman dan pengetahuan kepada para peserta. Dalam pelatihan tersebut, peserta diperkenalkan dengan teknik pembuatan ampiang dan kericu yang dinilai memiliki prospek menjanjikan sebagai usaha rumahan.

Menurut Dina, antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan. Sebagian besar peserta mampu mengikuti proses pembuatan produk dengan cepat karena telah terbiasa mengolah hasil laut dalam kehidupan sehari-hari.

“Peserta sangat antusias dan hasil olahan yang dibuat sudah cukup baik. Dengan terus berlatih dan meningkatkan kualitas produk, hasilnya berpotensi dipasarkan dan menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarga,” jelasnya.

Antusiasme yang sama disampaikan Siti Fatimah, warga Lingkungan Nelayan II yang mengikuti pelatihan tersebut. Ia mengaku memperoleh wawasan baru mengenai pengolahan hasil laut yang selama ini belum pernah dipelajarinya.

Selama ini, hasil laut yang diolah di lingkungan mereka lebih banyak berupa pempek dan kerupuk untuk konsumsi keluarga. Melalui pelatihan ini, ia mendapatkan pengetahuan baru tentang pembuatan ampiang dan kericu yang berpotensi menjadi peluang usaha.

“Alhamdulillah, kami mendapatkan ilmu baru yang bisa dipraktikkan di rumah. Ke depan, tidak menutup kemungkinan hasil olahan ini dapat kami jual, baik secara kelompok maupun mandiri, untuk menambah penghasilan keluarga,” ungkapnya. (*)

Pasang Iklan
Akses Terus Biar Update
Iduladha PWI Bangka Selatan Iduladha Pemkab Basel Iduladha DPRD Basel