Perusahaan juga berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Tepus, Kecamatan Air Gegas, Kabupaten Bangka Selatan, dengan memanfaatkan lahan pascatambang menjadi kawasan perkebunan produktif melalui penanaman 200 pohon, terdiri dari 100 pohon kelapa hibrida dan 100 pohon mangga harum manis.
Ketua Kelompok Tani Mitra Mandiri, Muhammad Azhar, mengatakan bantuan alsintan sangat membantu aktivitas pertanian kelompoknya.
“Selama ini kami mengolah tanah secara manual menggunakan cangkul, itu melelahkan dan memakan waktu lama. Dengan mini kultivator dari PT Timah, pengolahan tanah menjadi lebih cepat dan hasilnya lebih maksimal,” ujarnya.
Hal senada disampaikan anggota Kelompok Tani Bina Tani Dusun Ganse, Dedi Junaidi.
“Prospek bawang merah cukup menjanjikan. Kami mendapat pelatihan budidaya dari PT Timah sehingga memiliki pengetahuan baru untuk mengembangkan usaha tani ke depan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Gapoktan Sinar Baru, Amir, menyebut pendampingan perusahaan berdampak nyata pada hasil panen. “Sejak mendapat dukungan modal dan pendampingan teknis dari PT Timah pada 2023, hasil panen kami meningkat dan kualitasnya lebih baik,” ujarnya.
Redaksi.
















