Ia berharap pembinaan teknis tersebut menghasilkan langkah nyata yang dapat diterapkan secara konsisten di seluruh wilayah kerja PT Timah, termasuk Bangka, Belitung, dan Kundur.
Sementara itu, Wakapolda Babel Brigjen Pol Murry Mirranda menekankan pentingnya manajemen risiko dalam penerapan SMP. Menurutnya, sistem pengamanan harus dipahami seluruh organisasi, bukan hanya unit yang menangani keamanan.
“Bimtek sistem manajemen pengamanan bukan sekadar bagaimana PT Timah menjaga aset setelah ancaman muncul, tetapi bagaimana perusahaan mengenali risiko lebih awal, mencegah gangguan sebelum terjadi, merespons secara cepat ketika terjadi insiden, serta menjadikan keamanan sebagai budaya seluruh organisasi,” ucapnya.
Ketua Tim Bimtek Kombes Pol Norul Hidayat menegaskan kepolisian siap membantu PT Timah membangun sistem pengamanan yang dapat dijalankan secara mandiri.
“Penguatan SMP penting dilakukan seiring dengan berkembangnya potensi ancaman terhadap kegiatan operasional perusahaan,” katanya.
Red.
















