Menurutnya, kapasitas produksi Getas Afifah meningkat signifikan dari sekitar 1 kilogram per hari menjadi hampir 300 kilogram per hari. Namun, tantangan yang masih dihadapi adalah ketersediaan bahan baku sehingga pada kondisi tertentu mereka harus mendatangkan ikan dari Kabupaten Bangka Selatan.
Dina mengaku bangga dipercaya menjadi narasumber dalam pelatihan tersebut. “Setiap UMKM di Desa Kurau menghasilkan produk yang hampir sama.
Yang membedakan adalah teknik pengolahan dan cita rasa. Saya senang bisa berbagi pengalaman agar peserta juga mampu mengembangkan usahanya,” katanya.
PT TIMAH menyebut keterlibatan mitra binaan sebagai pemateri merupakan bagian dari strategi perusahaan menciptakan UMKM yang mandiri, berdaya saing, sekaligus mampu menjadi inspirasi bagi pelaku usaha lainnya.
Sebelumnya, pola serupa juga diterapkan dalam pelatihan ecoprint di Kundur, Kabupaten Karimun, dengan menghadirkan mitra binaan Bella Kartika Aprilia sebagai narasumber.
Redaksi.
















