Angka ini menunjukkan kenaikan signifikan sebesar 21,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di level USD26.235,87 per metrik ton. Proyeksi harga timah dari Bloomberg sendiri berada di kisaran USD 29.000 – 33.000 per metrik ton.
Lebih lanjut, persediaan timah di gudang LME menunjukkan penurunan yang signifikan. Pada akhir Maret 2025, persediaan tercatat hanya 3.050 ton, merosot 35,9% dibandingkan awal tahun 2025 yang masih berada di angka 4.760 ton.
Data dari CRU Tin Monitor juga menunjukkan adanya pertumbuhan produksi timah global sebesar 7,4% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi 87.759 ton pada kuartal I 2025. Sementara itu, konsumsi timah global tercatat naik 1,2% (YoY) menjadi 92.890 ton.
Dengan capaian laba yang melampaui target, PT Timah menunjukkan kinerja yang solid di tengah dinamika pasar timah global. (**)










