“Minimnya perempuan di posisi puncak bukan karena kurang kompeten, tetapi karena dunia kerja belum sepenuhnya ramah bagi perempuan, khususnya saat memasuki fase berkeluarga,” ujarnya.
Sementara itu, A. Darmawantik menekankan pentingnya kepemimpinan diri sebagai fondasi kepemimpinan perempuan.
“Perempuan berdaya bukan yang paling keras suaranya, tetapi yang paling kuat kesadarannya dalam memimpin diri sendiri,” jelasnya.
Pelaku UMKM Tiya Apriano turut berbagi pengalaman merintis usaha jamu tradisional hingga berkembang dan mempraktikkan pembuatan jamu kepada peserta.
Kegiatan ini disambut antusias karyawati PT TIMAH Tbk yang mengikuti seluruh rangkaian acara.
Melalui Women In TINS Series, PT TIMAH Tbk menegaskan komitmennya dalam mendorong pemberdayaan perempuan serta menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan adaptif terhadap perubahan.
Redaksi.
















