“Daerah harus semakin mandiri. Optimalisasi PAD, khususnya dari PBB-P2, harus terus diperkuat karena masih banyak potensi yang bisa dimaksimalkan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Kabupaten Bangka Barat, Muhammad Ali, menyebut PT Timah Tbk memiliki potensi besar dalam mendorong peningkatan penerimaan PBB-P2 di masa mendatang.
“Potensi penerimaan PBB-P2 dari kawasan produksi PT Timah Tbk cukup besar. Kami telah melakukan pembaruan data objek pajak pada Oktober dan November, dan hasilnya menunjukkan peluang peningkatan PAD Bangka Barat,” ungkap Muhammad Ali.
Menurutnya, pembaruan dan validasi data objek pajak menjadi langkah krusial untuk memastikan akurasi penetapan pajak sekaligus mengoptimalkan penerimaan daerah, khususnya dari sektor industri strategis.
Penghargaan ini menegaskan peran PT Timah Tbk sebagai wajib pajak yang patuh dan kontributor utama PAD, sekaligus mencerminkan sinergi positif antara dunia usaha dan pemerintah daerah dalam memperkuat pembangunan dan kemandirian fiskal.
“Ke depan, kami berharap sinergi antara Pemkab Bangka Barat dan PT Timah Tbk terus terjalin untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan,” pungkas Muhammad Ali. (*)










