Scroll untuk baca artikel
Pasang Iklan
WhatsApp-Image-2025-12-25-at-11.08.00
HUT Basel ke-23
Berita PT Timah

Pulihkan Terumbu Karang, PT Timah Realisasikan 45 Coral Garden Sepanjang 2025

×

Pulihkan Terumbu Karang, PT Timah Realisasikan 45 Coral Garden Sepanjang 2025

Sebarkan artikel ini
Pulihkan Terumbu Karang, PT Timah Realisasikan 45 Coral Garden Sepanjang 2025

Pulihkan Terumbu Karang, PT Timah Realisasikan 45 Coral Garden Sepanjang 2025

SEKILASINDONEWS.COM – Langkah konkret pemulihan ekosistem laut kembali dilakukan PT Timah Tbk dengan merealisasikan pemasangan 45 unit coral garden di sejumlah titik strategis perairan Bangka sepanjang tahun 2025.

Program ini diarahkan untuk menghidupkan kembali terumbu karang yang mengalami degradasi sekaligus menopang ekonomi masyarakat pesisir.

Puluhan struktur karang buatan tersebut ditempatkan di kawasan Pulau Putri dan Perairan Tuing. Lokasi ini dipilih karena dinilai memiliki potensi ekologis dan pariwisata yang besar, namun membutuhkan intervensi rehabilitasi agar biota laut dapat tumbuh optimal.

Departement Head Corporate Communication PT Timah Tbk, Anggi Siahaan, menegaskan program coral garden merupakan wujud tanggung jawab perusahaan dalam menjaga keseimbangan lingkungan di wilayah operasional.

“Ini bukan sekadar kegiatan simbolis. Coral garden dirancang sebagai rumah baru bagi terumbu karang dan ikan. Kami ingin laut Bangka kembali produktif, sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh nelayan dan masyarakat,” ujar Anggi, Selasa (4/2/2025).

Menurutnya, setiap unit coral garden dibuat dengan desain khusus agar mampu menjadi media tumbuh karang secara alami. Dalam beberapa bulan setelah penenggelaman, struktur tersebut mulai dipenuhi biota seperti ikan karang, moluska, hingga plankton.

“Efeknya berantai. Ketika karang hidup, rantai makanan ikut pulih. Ini yang kami kejar, pemulihan ekosistem secara berkelanjutan, bukan jangka pendek,” katanya.

Nelayan Merasakan Dampak Langsung

Manfaat program ini mulai dirasakan para nelayan pesisir. Ramadan, nelayan asal Penyusuk, mengaku titik coral garden menjadi lokasi favorit baru untuk mencari ikan.

“Sekarang kami melaut tidak perlu jauh-jauh. Di sekitar coral garden ikannya banyak, terutama kakap merah. BBM jadi lebih hemat, hasil tangkapan juga lebih pasti,” tuturnya.

Ia menyebut sebelum ada coral garden, nelayan harus menempuh jarak lebih dari 3–4 mil untuk mendapatkan hasil memadai. Kini, cukup sekitar satu mil dari pantai.

Akses Terus Biar Update
Hari Guru Nasional