“Dengan keterlibatan aktif dan kehadiran para relawan, kami ingin memastikan pemulihan terhadap korban yang terdampak bencana tidak hanya berjalan secara fisik, tetapi juga menyentuh aspek mental dan kemanusiaan agar harapan dan semangat mereka bisa bangkit lebih kuat pascabencana,” ujarnya.
Senada, Direktur Legal dan Manajemen Human Capital PLN, Yusuf Didi Setiarto, menambahkan bahwa Employee Volunteering merupakan bagian dari transformasi budaya kerja PLN yang menempatkan kepedulian sosial sebagai nilai utama perusahaan.
“Melalui program ini, pegawai PLN didorong hadir langsung di tengah masyarakat. Ini bukan sekadar bantuan, tetapi wujud empati, solidaritas, dan tanggung jawab sosial perusahaan dalam mendampingi proses pemulihan pascabencana,” jelas Yusuf Didi.
Semntara itu, dampak positif program ini dirasakan langsung oleh para korban yang terdampak bencana. Muhamad Putera Pradana (12), salah satu anak terdampak banjir di Aceh Tamiang, mengaku senang bisa kembali beraktivitas dan bermain setelah selama delapan hari mengungsi.
“Hari ini saya senang bisa berkumpul lagi bersama teman-teman di musala dan main bersama. Ada kakak-kakak dari PLN juga disini. Kami juga dikasih hadiah dari kakak-kakak PLN,” ujar bocah berusia dua bekas tahun itu dengan wajah ceria.
Disisi lain, apresiasi juga disampaikan oleh perangkat desa setempat. Sekretaris Desa Babasuah sekaligus guru SDN 1 Kota Tengah, Ernawati, menilai kehadiran relawan PLN membawa dampak signifikan bagi pemulihan psikologis anak-anak pascabencana.
“Alhamdulillah, anak-anak terlihat lebih ceria, lebih aktif, dan semangat mereka mulai kembali lagi. Kegiatan seperti ini sangat membantu pemulihan mental warga. Kami berharap bisa terus berlanjut,” tutur Ernawati.
















