Scroll untuk baca artikel
Pasang Iklan
Berita

Puluhan Tahun Tinggal di Pinggir Rel, Suryani Terharu Kini Punya Hunian Layak Berkat Prabowo

×

Puluhan Tahun Tinggal di Pinggir Rel, Suryani Terharu Kini Punya Hunian Layak Berkat Prabowo

Sebarkan artikel ini

Sekilasindonews.com Jakarta – Air mata Suryani (43) tak terbendung saat mengucapkan terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto yang secara tiba-tiba datang ke kawasan hunian Senen, Jakarta Pusat, Jumat (28/8) malam. Ia teringat pada momen akhir Maret lalu, ketika Prabowo datang mendadak ke tempat tinggalnya di bantaran rel.

Dengan suara bergetar, Suryani menyampaikan rasa syukurnya karena tidak lagi harus tinggal di bantaran rel, tempat yang telah menjadi rumahnya sejak berusia tujuh tahun.

“Bapak, terima kasih. Saya sudah senang banget Bapak sudah kasih tempat tinggal yang layak buat saya. Saya sudah enggak kaget lagi, Pak, tidur dengar suara kereta. Makanya saya bersyukur banget,” ujar Suryani dengan haru.

Suryani menuturkan, kedatangan Presiden Prabowo ke kawasan kumuh di pinggir rel Senen pada 26 Maret lalu sama sekali tidak diketahuinya sebelumnya. Tidak ada pemberitahuan ataupun kabar bahwa Presiden Prabowo akan datang.

“Enggak ada info, enggak ada kabar, tiba-tiba datang. Makanya saya terharu banget,” katanya.

Setelah kunjungan itulah, Suryani mendapatkan kesempatan untuk menempati hunian yang lebih layak. Ia menceritakan, dirinya tinggal di bantaran rel sejak kecil, dibawa orang tuanya sejak usia sekitar tujuh tahun dan menjalani kehidupan di sana hingga dewasa. Selama puluhan tahun, suara kereta menjadi bagian dari keseharian, hingga ia terbiasa tidur dengan suara kereta yang melintas.

Meski sudah terbiasa dengan kereta, Suryani menyebutkan tetap memiliki kekhawatiran lain ketika tinggal di bantaran rel, terutama saat terjadi pembongkaran atau penertiban. “Kalau lagi ada bongkaran itu kan suka ada dari PT KAI, dibongkar gitu, terus kadang suka ada razia, razia KTP itu yang saya takutkan,” ungkapnya.

Kini, setelah sekitar dua bulan tinggal di Hunian Senen, Suryani menyampaikan kehidupannya terasa jauh lebih nyaman. ”Makanya saya berterima kasih sama Bapak Presiden. Saya bersyukur banget,” katanya.

Hunian tersebut sangat berarti bagi Suryani, mengingat kondisi ekonominya yang terbatas. Sehari-hari, ia bekerja sebagai pengamen dengan penghasilan yang tidak menentu.

Pasang Iklan
Akses Terus Biar Update
Iduladha PWI Bangka Selatan Iduladha Pemkab Basel Iduladha DPRD Basel