“Nilai-nilai inilah yang menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat Bangka Belitung yang rukun, damai, dan sejahtera,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga mengajak seluruh umat Kristiani untuk terus berperan aktif menjaga persatuan, memperkuat toleransi, serta berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah.
“Mari kita rawat kerukunan umat beragama dan menjaga kebhinekaan sebagai kekuatan utama dalam membangun Bangka Belitung yang maju dan berdaya saing,” ajaknya.
Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi
Kepulauan Bangka Belitung, Didit Srigusjaya, menyampaikan bahwa perayaan Natal menjadi momentum strategis untuk mempererat persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat.
“Natal mengajarkan kasih dan kebersamaan. Ini merupakan pesan universal agar kita saling menghormati, hidup rukun, dan menjaga persatuan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Uskup Pangkalpinang, Mgr. Adrianus Sunarko, yang dalam pesan Natalnya menekankan bahwa kehadiran Allah di tengah dunia diwujudkan melalui keluarga yang penuh kasih, saling menguatkan, serta menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan pengorbanan.
“Natal menjadi momentum refleksi tentang peran keluarga sebagai fondasi utama kehidupan beriman, bermasyarakat, dan berbangsa,” tuturnya.
Ketua Panitia Natal Oikumene, Irjen Pol Tony Harsono, menambahkan bahwa tema Natal tahun ini mengajak umat untuk kembali merenungkan makna Natal yang sesungguhnya di tengah berbagai tantangan zaman.
“Pesan Natal ini relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. Melalui perayaan ini, umat diharapkan menemukan kembali kekuatan iman, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama,” pungkasnya.
Perayaan Natal Oikumene 2025 ini turut dihadiri jajaran pejabat daerah, unsur TNI/Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN), perbankan, BUMN, Tokoh Agama, serta Umat Kristiani se-Bangka Belitung.
Redaksi.
















