“Beliau duduk di barisan depan dengan kaos dari panitia. Kami sempat berbincang, dan almarhum pamit lebih dulu karena ada urusan lain,” kenangnya.
Fakhruddin menambahkan bahwa almarhum dikenal sebagai pribadi yang tegas, namun terbuka untuk berdialog.
“Beliau selalu menjadi teladan. Setiap kebersamaan, saya tak pernah melihatnya meninggalkan salat. Semoga almarhum husnul khatimah,” katanya.
Ketua PWI Babel, M. Fathurrakhman, juga menyampaikan belasungkawa mendalam. Ia menyebut Herdian sebagai pribadi yang memegang prinsip kebenaran, mudah bergaul, dan sangat peduli terhadap perkembangan dunia pers di Bangka Belitung.
“Kami merasa kehilangan. Semoga Allah mengampuni dosa-dosanya dan memberikan tempat terbaik di sisi-Nya,” ujarnya.
Ucapan belasungkawa terus mengalir dari rekan-rekan jurnalis di WAG PWI Babel. Sosok Herdian Farid Effendi akan selalu dikenang sebagai figur inspiratif dalam dunia jurnalistik Bangka Belitung. Selamat jalan, Herdian Farid Effendi. (*)




















