Kementerian Pariwisata mencatat per 22 Mei 2026 menunjukkan devisa pariwisata pada Triwulan I 2026 mencapai US$ 4,05 miliar atau setara Rp 68,28 triliun. Nilai itu meningkat 6,3 persen dibandingkan Triwulan I 2025 yang sebesar US$ 3,81 miliar atau setara Rp 62,29 triliun.
*Wisatawan domestik bertumbuh*
Dari sisi wisatawan domestik, Qodari menyebutkan aktivitas perjalanan juga masih menunjukkan pertumbuhan. Sepanjang Januari hingga April 2026, jumlah perjalanan wisatawan nusantara mencapai 417,06 juta perjalanan.
Jumlah tersebut naik 1,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 410,99 juta perjalanan.
Pada Triwulan I 2026, kontribusi sektor pariwisata terhadap produk domestik bruto (PDB) diperkirakan berada pada kisaran 4,01 persen hingga 5 persen atau setara Rp 248,11 triliun sampai Rp 309,36 triliun.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan sektor pariwisata tetap menjadi salah satu sektor yang mampu menghasilkan devisa, mendorong perputaran ekonomi daerah, sekaligus menciptakan lapangan kerja di tengah tantangan ekonomi global yang masih berlangsung.
“Sektor pariwisata Indonesia terus menunjukkan kinerja yang positif dan resilience (tangguh), baik dari sisi wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara, sehingga ini semakin memperkuat peran pariwisata sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Qodari.
Herman Yakub.
















