Menurut Riza, doa menjadi bagian penting dari ikhtiar, di samping usaha nyata yang terus dilakukan pemerintah dan masyarakat.
“Manusia hanya bisa berencana dan berikhtiar. Tapi keputusan akhir tetap di tangan Allah SWT. Hanya jalur langit yang bisa menggugah hati manusia. Semoga doa kita bersama membawa kedamaian, bukan hanya untuk di Bangka Selatan, tapi juga untuk seluruh rakyat Indonesia,” tegasnya.
Lebih lanjut, Riza Herdavid mengingatkan masyarakat agar bijak dalam menyampaikan aspirasi. Ia menuturkan bahwa pemerintah daerah selalu membuka ruang dialog, baik secara langsung maupun melalui platform digital.
“Silakan sampaikan keluhan, kritik, atau aspirasi langsung ke saya. Tidak perlu dengan cara-cara yang meresahkan. Saya selalu membuka komunikasi lewat tatap muka maupun media sosial. Kalau persoalannya ringan, hari itu juga saya tindaklanjuti. Kalau persoalannya besar, akan saya catat untuk masuk ke agenda pembangunan dan penganggaran,” jelasnya.
Riza juga menekankan pentingnya menjaga keamanan dan kondusivitas di tingkat desa. Ia juga mengimbau para kepala desa agar berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan dan lebih mengutamakan ucapan yang menyejukkan.
“Jangan sampai kepala desa justru menimbulkan kegaduhan dengan ucapan yang tidak tepat. Jadilah pemimpin yang amanah, pelayan rakyat yang baik, yang mampu merangkul semua pihak. Itu yang selalu saya tekankan, karena masyarakat butuh suasana tenang, bukan sebaliknya,” pungkasnya. (ris)
















