Momen ini menjadi titik krusial yang memperlihatkan bagaimana situasi konflik berkembang hingga melibatkan dugaan penggunaan senpi.
Kasat Reskrim Polres Bangka Selatan, AKP Imam Satriawan, menegaskan bahwa rekonstruksi ini merupakan bagian penting dalam proses penyidikan.
“Rekonstruksi ini menghasilkan 30 adegan berdasarkan BAP. Tujuannya untuk memberikan gambaran utuh kepada penyidik maupun penuntut terkait peristiwa pidana yang terjadi,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa perbedaan keterangan antara tersangka dan korban akan tetap diakomodasi dalam berkas perkara.
“Tadi kita lihat ada perbedaan versi. Semua kami tampung, termasuk sanggahan dari penasihat hukum masing-masing pihak,” katanya.
Selain soal senpi, perhatian juga tertuju pada penggunaan kendaraan dalam peristiwa tersebut.
Dalam rekonstruksi, tersangka memperagakan penggunaan mobil Toyota Rush.
Namun berdasarkan informasi yang dihimpun, saat kejadian para tersangka justru menggunakan mobil Honda CR-V Turbo warna hitam.
Mobil tersebut bahkan disebut-sebut kerap digunakan oleh Roden saat menjalankan tugasnya sebagai ajudan Bupati Bangka Selatan.
Sementara terkait apakah mobil CR-V Turbo tersebut akan ditetapkan sebagai barang bukti, AKP Imam menegaskan hal itu masih dalam proses penyelidikan.
“Untuk mobil masih dalam proses penyelidikan. Perkembangannya akan kami sampaikan secara terbuka,” kata AKP Imam.
Kasus ini kini menjadi perhatian publik, tidak hanya karena dugaan kekerasan yang terjadi, tetapi juga karena keterlibatan oknum aparat penegak hukum di dalamnya.
AKP Imam menegaskan pihaknya berkomitmen menjalankan proses hukum secara profesional dan transparan, termasuk dalam kasus yang melibatkan oknum aparat.
Ia memastikan seluruh fakta akan diungkap secara objektif dalam proses hukum yang sedang berjalan.
“Kami mengimbau masyarakat tidak berspekulasi dan tetap menghormati proses hukum yang berjalan,” tegasnya.




















