Ratusan porsi makanan untuk siswa PAUD hingga SMP di dua desa tersebut disiapkan sejak pukul tujuh pagi. Setelah proses bongkar muat selama sekitar 30 menit, dua kapal pengangkut berangkat menuju lokasi.
Perjalanan memakan waktu kurang lebih 30 menit, melintasi laut lalu masuk ke alur sungai sebelum akhirnya mencapai dermaga Aluh-Aluh Kecil dan Podok.
“Sekitar pukul setengah sembilan biasanya sudah sampai,” kata Kasful.
Ia menambahkan bahwa mayoritas penerima manfaat MBG di dua desa itu merupakan anak-anak dari keluarga petani dan nelayan.
“Kebanyakan memang masyarakat di sana dari kalangan menengah ke bawah,” jelasnya.
Program MBG di Aluh-Aluh Besar sendiri baru berjalan sekitar tiga pekan.
Sejak resmi beroperasi pada 29 Oktober, distribusi awal difokuskan pada sekolah-sekolah di wilayah daratan. Dalam dua minggu terakhir, cakupan diperluas hingga ke wilayah pulau.
“Pendistribusian dilakukan bertahap. Awalnya di darat, dan dua minggu terakhir ini baru ke jalur laut,” tutup Kasful.
Bagindo Yakub.
















