Pemaparan yang disampaikan mendapat respons positif dari peserta yang hadir. Warga tampak antusias mengikuti penjelasan terkait bantuan dan program pemberdayaan sektor pertanian.
Pada sesi dialog, masyarakat juga menyampaikan aspirasi terkait pembangunan plat duiker di salah satu ruas jalan provinsi.
Warga menilai lokasi pembangunan tidak berada pada titik yang selama ini dianggap rawan dan sering terjadi kecelakaan.
“Seharusnya dibangun di titik A, tetapi dibangun di titik B. Padahal yang sering terjadi kecelakaan berada di titik A,” ujar salah seorang warga.
Aspirasi tersebut diminta untuk diteruskan kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung agar dapat menjadi bahan evaluasi dalam perencanaan pembangunan infrastruktur ke depan.
Kegiatan reses turut dihadiri Camat Sungai Selan, Kepala Desa Melabun beserta perangkat desa, Ketua BPD Melabun, perwakilan Polsek Sungai Selan, gabungan kelompok tani (Gapoktan), kelompok tani (Poktan), perwakilan perempuan, serta sejumlah undangan lainnya.
Redaksi.
















