“Dengan adanya peninggian bangunan, ke depannya kalau ada banjir kami bisa lebih siaga. InsyaAllah aman ke depannya, dan anak-anak bisa belajar dengan baik di sini, tidak lagi takut dengan adanya banjir,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 2 Meureudu, Muhammadiyah, mengatakan sekolahnya merupakan salah satu sekolah negeri yang terdampak bencana banjir paling parah di Kabupaten Pidie Jaya. Wilayah sekolah dan ruang-ruang kelas telah tertimbun oleh tanah, sehingga tidak dapat lagi digunakan.
“Di sini kami tidak bisa memanfaatkan sarana dan prasarana yang sudah ada, seperti komputer, TV, buku, semua sudah tertimbun,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebagian buku bantuan dari kementerian baru saja diterima kembali dan rencananya akan mulai dimanfaatkan setelah libur Lebaran. “Buku ini dari kementerian baru datang, setelah lebaran akan kami manfaatkan,” katanya.
Melalui program revitalisasi tahun 2026, SMA Negeri 2 Meureudu akan menerima bantuan pembangunan sekolah baru di lokasi yang sama dengan nilai Rp7,9 miliar, yang akan dikerjakan oleh TNI AD.
“Harapan ke depan semoga pemerintah membangun yang lebih bagus lagi,” tutupnya.
Pemerintah menargetkan sekolah dengan kerusakan ringan hingga sedang dapat selesai pada awal tahun ajaran baru Juni 2026, sementara sekolah dengan kerusakan berat maupun yang memerlukan relokasi ditargetkan rampung pada November 2026.
Herman Yakub.
















