“Semenjak ada MBG itu sekarang produksi sekitar dua kuintal per hari, naik 100 persen,” katanya.
Lonjakan produksi itu membawa perubahan nyata bagi usaha kecil yang ia bangun dari nol. Dengan pendapatan yang meningkat, Ozy mulai memperbaiki fasilitas produksi dan menambah peralatan.
Ia bahkan berhasil membeli mesin untuk membantu proses produksi.
“Alhamdulillah dari program MBG ini bisa beli mesin untuk pencucian dan penggilingan. Alhamdulillah juga bisa menambah karyawan,” imbuhnya.
Mesin tersebut membuat proses produksi menjadi lebih cepat dan efisien. Selain itu, Ozy juga mulai merekrut beberapa warga sekitar untuk membantu produksi tempe setiap hari.
Bagi Ozy, perkembangan usahanya bukan hanya soal peningkatan penjualan, tetapi juga kesempatan berbagi manfaat dengan lingkungan sekitar.
“Bisa mempekerjakan tetangga-tetangga sekitar rumah, jadi karyawan,” katanya.
Ia berharap program MBG dapat terus berjalan sehingga tidak hanya membantu kebutuhan gizi anak-anak sekolah, tetapi juga memberi dampak positif bagi pelaku usaha kecil di daerah.
“Harapan buat program MBG semoga selalu berjalan lancar, bermanfaat buat anak-anak sekolah dan para UMKM di sekitarnya,” jelasnya.
Jika suatu hari bertemu Presiden Prabowo Subianto, Ozy ingin menyampaikan rasa terima kasihnya secara langsung.
Ia juga mendoakan agar Presiden selalu sehat dan terus membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.
“Terima kasih Pak Prabowo, semenjak ada MBG usaha saya jadi berkembang dan maju. Bisa renovasi tempat produksi tempe, menambah alat-alat produksi. Semoga Pak Prabowo sehat selalu, semakin sukses, bisa mengayomi masyarakat dan membuat Indonesia lebih maju,” tutup Ozy.
Herman Yakub.
















