Danrem juga menyoroti perubahan signifikan di lokasi tersebut. Sebelum dibangun, akses penghubung antarwilayah hanya berupa jembatan kayu yang sudah rusak dan jalan setapak yang sulit dilalui.
Kini kondisi tersebut berubah total dengan hadirnya jembatan permanen yang dinilai jauh lebih aman dan layak digunakan masyarakat.
Sementara itu, Bupati Bangka Selatan Riza Herdavid menyampaikan apresiasi terhadap program TNI AD yang dinilainya sangat cepat dan responsif menjawab kebutuhan masyarakat.
“Alhamdulillah, kita mendapatkan program Jembatan Garuda ini berkat perjuangan Pak Danrem dan Pak Dandim. Masyarakat Bangka Selatan sangat terbantu karena proses pembangunannya sangat cepat,” ujar Riza.
Menurutnya, program tersebut menjadi contoh nyata percepatan pembangunan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Hari ini disampaikan, besok langsung ditindaklanjuti. Dalam waktu sekitar satu bulan jembatan sudah selesai. Program seperti ini sangat luar biasa,” katanya.
Riza menilai tidak semua pemerintah daerah mampu melakukan percepatan pembangunan infrastruktur karena terbentur berbagai regulasi dan proses administratif.
Karena itu, keterlibatan TNI melalui program seperti Jembatan Garuda dinilai menjadi solusi konkret dalam membantu masyarakat, khususnya di wilayah yang membutuhkan akses penghubung.
“Program ini sangat responsif, cepat, dan langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.
Ia pun berharap pembangunan serupa dapat terus berlanjut di titik-titik lain di Bangka Selatan yang masih membutuhkan infrastruktur penghubung antarwilayah.
“Kami berharap ke depan akan hadir jembatan-jembatan berikutnya untuk menjawab kebutuhan masyarakat di lokasi lain,” pungkasnya. (*)
















