SEKILASINDONEWS.COM – Kepedulian Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) terhadap korban kebakaran Dusun Serdang, Desa Jelutung II, Kecamatan Simpang Rimba, mendapat apresiasi dari Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid.
Apresiasi itu disampaikan Riza saat menyambut langsung kedatangan rombongan PWI Babel yang membawa tiga armada bantuan ke posko pengungsian di halaman SD Negeri 7 Simpang Rimba, Selasa (13/10/2026).
Bantuan yang dihimpun dari masyarakat dengan total donasi mencapai Rp142,5 juta tersebut difokuskan untuk memenuhi kebutuhan perempuan, anak-anak, dan balita yang terdampak kebakaran.
Rombongan yang dipimpin Ketua PWI Babel, Mohammad Fathurrakhman atau akrab disapa Boy, tiba sekitar pukul 13.39 WIB dengan membawa satu dump truck dan dua mobil pikap. Kedatangan mereka disambut Riza Herdavid bersama jajaran pengurus dan Pembina PWI Bangka Selatan, Dedy Irawan.
Setibanya di posko, bantuan langsung dibongkar untuk selanjutnya didistribusikan kepada para pengungsi.
Riza menyampaikan terima kasih kepada jajaran PWI Babel dan seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dalam penggalangan donasi. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi tambahan penting bagi pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan warga yang kehilangan tempat tinggal akibat musibah kebakaran.
“PWI Babel sangat luar biasa. Kami mewakili masyarakat yang terdampak sangat berterima kasih kepada Bang Boy cs, rekan-rekan PWI,” tutur Riza.
Ia berharap bantuan yang diserahkan benar-benar sampai kepada warga yang membutuhkan, terutama kelompok rentan yang memerlukan perhatian khusus selama berada di pengungsian.
“Saya harap bantuan ini akan tepat sasaran. Dan akan kami salurkan sesuai keinginan kawan-kawan PWI. Saya harap PWI bisa terus bantu masyarakat Serdang,” ucapnya.
Di tengah derasnya bantuan yang mengalir, Riza juga mengingatkan pentingnya koordinasi agar penanganan korban kebakaran berjalan efektif. Ia mengimbau masyarakat maupun pihak lain yang ingin menyalurkan bantuan untuk mengoordinasikan penggalangan dana melalui satu pintu resmi di Dinas Sosial.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga transparansi pengelolaan donasi, memastikan distribusi bantuan lebih merata, serta mencegah penumpukan barang yang sebenarnya sudah mencukupi kebutuhan pengungsi.














