Sementara untuk masalah yang lebih besar dan membutuhkan dukungan anggaran akan dimasukkannya ke dalam perencanaan pembangunan daerah.
“InsyaAllah semua aduan masyarakat kami tanggapi. Sampai hari ini Forkopimda Bangka Selatan juga sangat terbuka di medsos, tujuannya hanya satu, memberi kemudahan bagi rakyat untuk menyampaikan keluhan mereka kepada pemerintah,” katanya.
Selain itu, Riza juga mengingatkan para kepala desa di Kabupaten Bangka Selatan untuk menjaga kondusivitas wilayah dan berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan di ruang publik.
“Saya minta kepala desa jangan membuat statemen yang bisa memicu keresahan. Berikan ucapan yang menyejukkan, jangan menyakiti rakyat. Jadilah pelayan yang baik, pemimpin yang amanah. Itu yang selalu saya ikhtiarkan sebagai bupati menjadi pelayan rakyat,” pungkasnya.
Acara doa bersama yang dipimipin Ketua MUI Bangka Selatan, Ustaz H. Zahirin Sofyan itu dihadiri oleh bratusan Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, Polri, unsur Forkopimda, serta tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda. (ris)
















