Scroll untuk baca artikel
Pasang Iklan
BeritaKab. Bangka Barat

Ruah Cup Tempilang 2026 Jadi Panggung Kebangkitan Sepak Bola Desa Bangka Barat

×

Ruah Cup Tempilang 2026 Jadi Panggung Kebangkitan Sepak Bola Desa Bangka Barat

Sebarkan artikel ini
Ruah Cup Tempilang 2026 Jadi Panggung Kebangkitan Sepak Bola Desa Bangka Barat

“Kami latihan penalti hampir setiap malam. Anak-anak sudah siap secara mental,” ujar pelatih Himawari Labu, Mulyadi, di tepi lapangan. Menurutnya, keberhasilan ini bukti bahwa pembinaan sederhana di desa bisa menghasilkan tim kompetitif.

Pada pertandingan sebelumnya, Persiraja Jelutung menunjukkan kelas berbeda. Striker andalan Yogi mencetak dua gol yang memastikan langkah timnya ke final. Gol pembuka lahir dari tembakan jarak dekat, sedangkan gol kedua tercipta lewat eksekusi penalti yang dingin.

Kehadiran Wakil Bupati Bangka Barat, H. Yus Derahman, menambah semarak laga. Ia duduk di tengah penonton tanpa pengawalan berlebihan, sesekali berdialog dengan warga. Usai pertandingan, ia menegaskan pentingnya kompetisi desa sebagai fondasi prestasi daerah.

“Kalau kita ingin Bangka Barat punya atlet hebat, mulainya dari sini. Dari lapangan desa, dari turnamen seperti Ruah Cup,” katanya. Pemerintah daerah, lanjutnya, tengah menyiapkan program liga usia dini dan bantuan peralatan bagi klub-klub kampung.

Ketua Panitia Ruah Cup, Sahanan, menjelaskan bahwa turnamen ini sengaja disinergikan dengan Pesta Adat Perang Ketupat agar olahraga dan budaya berjalan seiring. “Kami ingin anak muda bangga dengan tradisi sekaligus punya mimpi di sepak bola,” ucapnya.

Partai final yang dijadwalkan Minggu, 8 Februari 2026, diprediksi akan menyedot penonton lebih besar.

Duel Himawari Labu kontra Persiraja Jelutung disebut sebagai pertemuan dua gaya, permainan kolektif melawan efektivitas lini depan.

Bagi masyarakat Bangka Barat, hasil akhir bukan satu-satunya ukuran. Lebih dari itu, Ruah Cup Tempilang 2026 telah menghidupkan kembali harapan bahwa dari desa-desa kecil dapat lahir pemain yang kelak membawa nama daerah ke level lebih tinggi. Sepak bola, sekali lagi, menjadi jembatan antara mimpi dan kenyataan. (*)

Pasang Iklan
Akses Terus Biar Update
Iduladha PWI Bangka Selatan Iduladha Pemkab Basel Iduladha DPRD Basel