Sementara itu, Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid, mengakui bahwa kemampuan APBD dalam dua tahun terakhir memang terbatas akibat efisiensi anggaran. Namun, kondisi tersebut tidak membuat pemerintah daerah berhenti berinovasi.
“Kita sadar kemampuan APBD kita dalam satu hingga dua tahun terakhir ini memang tidak memungkinkan untuk melakukan lompatan besar. Tapi bukan berarti kita berhenti bergerak,” ujar Riza.
Menurutnya, kehadiran Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Bangka Belitung menjadi peluang strategis untuk memperjuangkan aspirasi daerah ke tingkat pusat.
Ia berharap kolaborasi antara Pemkab Bangka Selatan dan DPR RI dapat membuka akses dukungan anggaran tambahan untuk mempercepat pengembangan kawasan wisata Simpang Lima.
“Kita mohon bantuan dari pusat agar kawasan wisata Simpang Lima ini semakin keren dan dikenal hingga ke luar daerah. Dengan kolaborasi bersama DPR RI, mudah-mudahan cita-cita kita mengembangkan kawasan ini bisa segera terwujud,” katanya.
Selain fokus pada pengembangan Simpang Lima Toboali, Riza menambahkan bahwa pemerintah daerah juga berencana melakukan pengembangan kawasan wisata di Lapangan Merdeka Toboali pada tahun ini. Langkah tersebut dilakukan untuk memecah konsentrasi keramaian yang selama ini terpusat di Simpang Lima.
“Tahun ini ada sedikit pengembangan yang diarahkan ke Lapangan Merdeka untuk memecah keramaian yang ada di Simpang Lima,” ungkapnya.
Menurut Riza, strategi penyebaran titik keramaian itu penting agar aktivitas ekonomi masyarakat dapat tumbuh lebih merata, sekaligus menciptakan ruang publik alternatif yang nyaman bagi warga.
Ia berharap momentum pertemuan di bulan suci Ramadan menjadi awal komunikasi yang lebih intensif terkait peluang pendanaan dari pemerintah pusat.
“Mudah-mudahan dari pertemuan ini kita bisa mendapatkan update terbaru terkait anggaran dari pemerintah pusat, sehingga pengembangan kawasan wisata di Bangka Selatan bisa lebih maksimal,” tutupnya. (*)
















