Warga setempat bahu-membahu mengevakuasi penghuni rumah dan memadamkan api dengan ember serta selang seadanya.
Namun besarnya kobaran api membuat mereka kesulitan, hingga rumah tersebut rata dengan tanah dalam waktu kurang dari satu jam.
Sementara, Tim gabungan dari TNI, Polri, staf Kecamatan Tempilang, perangkat desa, serta relawan Tagana dan BPBD Bangka Barat tiba di lokasi untuk membantu pemadaman lanjutan dan memastikan tidak ada korban terjebak.
Beruntung peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa. Namun satu-satunya dokumen identitas yang ditemukan hanyalah KTP milik Nenek Siti. Dokumen penting lain, termasuk surat-surat keluarga, buku tabungan, uang tunai, dan motor, habis terbakar.
Pantauan di lokasi menunjukkan puing-puing rumah yang hangus, bara api yang masih menyala, dan warga yang terus membantu hingga malam hari.
Keluarga korban terlihat masih syok dengan kejadian tersebut, namun bersyukur seluruh anggota keluarga selamat. Sementara perangkat desa dan kecamatan masih melakukan pendataan kebutuhan darurat.
Warga berharap bantuan dari pemerintah setempat segera diberikan agar keluarga terdampak bisa bertahan beberapa hari ke depan. (Belva)
















