Menurutnya, zakat bukan sekadar kewajiban keagamaan, tetapi juga menjadi instrumen sosial yang mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Zakat bukan hanya angka, tetapi wujud kepedulian yang nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat dan meringankan beban warga,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Wakil Ketua Pengumpulan BAZNAS Bangka Barat, H. Hasyim Baharudin, yang menilai sinergi antara pemerintah daerah, lembaga zakat, serta pihak swasta mampu memperluas dampak bantuan bagi masyarakat.
“Kolaborasi seperti ini sangat penting. Dengan sinergi yang baik, bantuan yang disalurkan bisa menjangkau lebih banyak masyarakat,” katanya.
Camat Kelapa, Hj. Resmayana, menyampaikan bahwa kegiatan Safari Ramadan juga menjadi bentuk pelayanan publik yang menghadirkan pemerintah secara langsung di tengah masyarakat.
Menurutnya, kehadiran pimpinan daerah dalam kegiatan keagamaan di desa memberikan semangat tersendiri bagi masyarakat sekaligus memperkuat hubungan antara pemerintah dan warga.
“Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa pemerintah benar-benar hadir dan peduli terhadap masyarakat,” ujarnya.
Safari Ramadan yang digelar di Desa Kayu Arang itu juga diisi dengan tausiah agama yang disampaikan oleh Ustadz Mudalil Muazkit. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan pentingnya memperbanyak amal kebaikan selama bulan Ramadan.
Ia menyebutkan ada empat golongan manusia yang dirindukan surga, yakni orang yang gemar membaca Al-Qur’an, menjaga lisannya, memberi makan kepada orang yang membutuhkan, serta mereka yang menjalankan ibadah puasa dengan penuh keikhlasan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan silaturahmi antara pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta warga yang hadir.
Melalui Safari Ramadan ini, Pemerintah Kabupaten Bangka Barat berharap semangat kebersamaan dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, sehingga keberkahan Ramadan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan warga. (*)
















