“Kami di provinsi pun tidak ada anggaran. Tapi, dengan semangat ini yang menggerakkan kita. Jadi, anggaran itu jangan menjadi kendala. Namun sebaliknya, dengan keterbatasan anggaran itu bisa menjadikan kita lebih cerdas,” tuturnya.
“Mudah-mudahan apa yang sudah kita lakukan menjadi manfaat untuk masyarakat. Berkenaan dengan anggaran bisa diskusikan lagi dengan pola kerja sama CSR,” ucapnya.
Ia pun mengajak para kader terus semangat membantu kesejahteraan keluarga. Hal ini dikarenakan masih banyak persoalan berkenaan dengan keluarga, baik itu anak putus sekolah hingga berpikir untuk menikah dini, yang dikhawatirkan menimbulkan stunting bagi anak.
“Pendidikan yang baik akan menciptakan kesejahteraan yang baik pula. Pada kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih banyak Ibu-Ibu yang luar biasa. Semoga apa yang kita kerjakan memberi manfaat,” imbuhnya.


















