“Perhatian utama kami adalah memastikan proses perdamaian menghasilkan perubahan nyata di lapangan, yang juga berarti terus mendorong gencatan senjata permanen, memastikan bantuan kemanusiaan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan, serta mempercepat pemulihan dan rekonstruksi Gaza,” ujar Sugiono.
Selain itu, Menlu menghadiri pertemuan _The Road Ahead One Year After The New York Declaration_ yang membahas langkah-langkah konkret untuk mendorong implementasi solusi dua negara dan proses perdamaian di Gaza.
Pada tahun lalu, forum tingkat tinggi internasional yang diselenggarakan di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB ini telah menghasilkan roadmap. Tahun ini, negara-negara yang terlibat meninjau komitmen serta membahas langkah konkret implementasinya.
Selain itu, Indonesia juga menjadi bagian dari forum konsultasi informal lintas kawasan, yakni Meksiko, Korea Selatan, Turki dan Australia (MIKTA). Dalam forum ini, Indonesia turut bertukar pandangan mengenai kondisi multilateralisme saat ini dan peran _middle powers_ di tengah dinamika global yang semakin kompleks.
“Saya menyampaikan bahwa di tengah berbagai perbedaan yang ada, MIKTA harus dapat menjadi kekuatan yang mampu menjembatani berbagai perbedaan dan kekuatan tersebut dan mendorong kerjasama yang konkret antar bangsa,” jelas Sugiono.
Pertemuan lintas kawasan lainnya yang turut dihadiri Indonesia adalah pertemuan tingkat menteri ASEAN dengan empat negara anggota _Pacific Alliance_, yaitu Meksiko, Kolumbia, Peru dan Chile.
Sugiono mengatakan pertemuan tersebut membahas kemitraan kedua kawasan agar terus diperkuat dan bisa memberikan manfaat yang konkret, termasuk di bidang pendidikan, pariwisata, digitalisasi, dan kota pintar.
Herman Yakub.














