Sekilasindonews.com KUNINGAN – Upaya melestarikan seni dan budaya lokal di tengah derasnya arus modernisasi terus digelorakan para pegiat budaya di Kabupaten Kuningan. Tidak hanya menjaga eksistensi tradisi, keberadaan padepokan juga dinilai memiliki peran penting dalam membentuk mental dan karakter generasi muda.
Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Sapa Budaya Bersama Warga yang mempertemukan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj. Tina Wiryawati, SH., MM., dengan para pegiat budaya dari Padepokan Cimande Kabupaten Kuningan (PPCA) Awirarangan dan Padepokan Riung Gunung Kadugede, Minggu (13/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, perwakilan Padepokan Riung Gunung, Deni Darmadi atau yang akrab disapa Mang Dadawuk, menyampaikan apresiasinya atas kepedulian Tina Wiryawati terhadap keberlangsungan kegiatan padepokan.
Menurut Deni, perhatian langsung dari wakil rakyat terhadap aspirasi para pegiat budaya di tingkat bawah merupakan hal yang patut diapresiasi.
“Alhamdulillah, saya tidak muluk-muluk. Di HP saya banyak nomor anggota dewan, tapi ketika saya sampaikan keluhan, beliau (Bunda) yang langsung merespons dan menjawab,” ungkap Deni.
Ia mengatakan, dukungan tersebut salah satunya diwujudkan ketika padepokan membutuhkan alat peraga untuk menunjang kegiatan latihan. Keberadaan sarana tersebut sangat dibutuhkan untuk mendukung proses pembinaan anak-anak dan generasi muda.
“Bunda mengerti dan mengangkat derajat kami. Kami berjuang bukan karena kami ahli, tapi kami berusaha mempertahankan budaya yang ada di Kabupaten Kuningan,” katanya.
Deni menegaskan, tujuan utama kegiatan padepokan bukan sekadar mengajarkan seni tradisional, tetapi juga membangun mental generasi muda agar tetap mengenal dan mencintai akar budayanya.
“Tujuan utamanya adalah membina mental anak-anak agar mereka tidak lupa dengan budaya kita sendiri,” tambahnya.
















